Atletico Madrid memetik kemenangan dengan skor akhir 1-0

Atletico Madrid memetik kemenangan dengan skor akhir 1-0

Saat bermain di Estadio de Balaidos, Minggu (22/10/2017) malam WIB, Atletico kalah dalam penguasaan bola. Sport Radar mencatat mereka cuma 34 kali melakukan ball possession.

Atletico Madrid memetik hasil positif saat melawat ke markas Celta Vigo. Los Colchoneros memetik kemenangan dengan skor akhir 1-0.

Atletico yang mengandalkan serangan balik, cuma empat kali melakukan goal attempts. Ada dua yang menemui bidang, dan dua yang melenceng.

Tendangan on target pertama Atletico dicatatkan oleh Antoine Griezmann pada menit ke-23. Bolanya bisa diantisipasi oleh kiper Celta Vigo, Sergio Alvarez.

Lima menit berselang, Kevin Gameiro mencatatkan namanya di papan skor. Dia memanfaatkan sebuah tendangan sudut, untuk membobol gawang Celta Vigo dari jarak dekat.

Dua kesempatan Celta Vigo lewat Hugo Malo dan Daniel Wass masih mentah, hingga Atletico unggul satu gol saat turun minum.

Di babak kedua, Atletico tak mencatatkan sepakan on target. Sementara itu, Celta Vigo, yang mengejar gol enam kali mengancam gawang Atletico yang dikawal Jan Oblak.

Ada tiga tendangan yang tepat sasaran, tapi mentah di tangan Oblak. Dia dicatat oleh Soccernet mampu mencatatkan sebanyak sembilan penyelamatan di sepanjang pertandingan.

Hingga pertandingan selesai tak ada gol tambahan, tim asuhan Diego Simeone menang dengan skor tipis 1-0.

Dengan tambahan tiga poin ini, Atletico ada di posisi keempat klasemen dengan koleksi 19 poin. Sementara itu, Celta Vigo ada di posisi ke-10 dengan raihan 11 angka.

Susunan Pemain

Celta Vigo: Sergio, Mallo, Cabral (Mor 72), Gomez, Jonny, Radoja, Wass (Guidetti 72), Lobotka, Hernandez, Aspas, Gomez, Sisto

Atleico: Oblak, Juanfran, Godin, Savic, Hernandez, Gabi (Gimenez 66), Thomas, Saul, Correa (Luis 88), Griezmann, Gameiro (Gaitan 61)

Atletico Madrid memetik kemenangan dengan skor akhir 1-0

Bayern Munich mengalahkan Hamburg dengan skor 1-0

Bayern Munich mengalahkan Hamburg dengan skor 1-0

Bermain di Volksparkstadion, Minggu (22/10/2017) dinihari WIB, Hamburg langsung memberi ancaman ke gawang Bayern. Andre Hahn melepaskan tembakan dari jarak dekat pada menit ketiga, namun bola masih bisa ditepis Sven Ulreich.

Bayern Munich berhasil mengalahkan Hamburg dengan skor 1-0. Gol kemenangan Bayern tersebut datang saat lawan bermain dengan 10 pemain.

Selepas itu, Bayern mampu mengendalikan permainan. Hamburg yang bermain dengan lima bek dan dua gelandang bertahan, lebih banyak menunggu untuk mencari serangan balik.

Peluang di dapat Bayern di menit ke-13. Arjen Robben, yang bergerak dari sisi kanan melakukan tusukan ke depan kotak penalti Hamburg untuk melepaskan tembakan, namun bola hasil tendangannya masih bisa diblok bek lawan.

Di menit ke-39 Hamburg harus bermain dengan 10 pemain. Wasit Marco Fritz memberi kartu merah langsung kepada Gideon Jung setelah melakukan tekel ke Kingsley Coman dari belakang dalam upaya serangan balik.

Kalah jumlah pemain, Hamburg masih terihat tangguh dalam bertahan. Mereka pun bisa memaksakan skor imbang 0-0 hingga turun minum.

Di babak kedua Bayern makin meningkatkan intensitas serangan. Arturo Vidal, yang mendapat ruang tembak, melepaskan tendangan dari luar kotak penalti di menit ke-48. Namun bola hasil sepakannya masih bisa dimentahkan bek lawan.

Bayern baru bisa merobek gawang Hamburg di menit ke-52. Gol tercipta akibat kesalahan pemain belakang Hamburg dalam mengantisipasi umpan silang David Alaba. Bola liar jatuh ke kaki Corentin Tolisso, yang langsung disepaknya ke gawang Christian Mathenia.

Hamburg nyaris menyamakan skor selang semenit kemudian. Andre Hahn, yang menerima bola dari Douglas Santos melepaskan tembakan jarak jauh. Sial bagi Hahn, bola masih membentur mistar gawang.

Bayern gantian melakukan serangan. Namun, upaya mereka kerap kandas lantaran banyaknya pemain Hamburg di area pertahanan.

Die Roten pun beberapa kali melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti untuk mencari gol tambahan. Namun, usaha itu tak kunjung berhasil setelah arah bola kerap dimentahkan bek lawan.

Hingga laga usai, Bayern tak bisa memperbesar keunggulan. Skor 1-0 pun menutup laga ini untuk kemenangan tim tamu.

Tambahan tiga poin bikin Bayern naik ke posisi kedua dengan poin 20 dari sembilan laga, sama seperti Borussia Dortmund. Bayern cuma kalah selisih gol dengan 15 berbanding 18.

Sementara itu, Hamburg ada di posisi ke-15 atau satu tingkat di atas zona degradasi dengan poin tujuh dari sembilan laga.

Susunan pemain:

Hamburg: Mathenia; Douglas, Van Drongelen (Ito 76′), Mavraj, Papadopoulos, Diekmeier; Jung, Sakai; Hahn (Kostic 76′), Wood, Hunt (Holtby 62′)

Bayern: Ulreich; Rafinha, Suele, Hummels, Alaba; Tolisso, Vidal; Robben, James (Mueller 46′) (Alcantara 55′), Coman (Kimmich 90′); Lewandowski

Bayern Munich mengalahkan Hamburg dengan skor 1-0

Kevin De Bruyne tak terobsesi dengan penghargaan pribadi

Kevin De Bruyne tak terobsesi dengan penghargaan pribadi

De Bruyne tampil apik bersama City musim ini. Gelandang internasional Belgia itu sudah menyumbang lima assist dan satu gol di Premier League.

Kevin De Bruyne mengaku tak terobsesi dengan penghargaan pribadi. Baginya penghargaan itu tidak berarti jika Manchester City tidak memenangi trofi.

De Bruyne pun mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk memenangi penghargaan Pemain Terbaik. Sebelumnya, dia pernah memenangi penghargaan Pemain Terbaik di Jerman saat masih memperkuat Wolfsburg pada 2015.

Tapi De Bruyne mengaku lebih tertarik memenangi gelar juara bersama City. Trofi untuk tim menurutnya lebih penting daripada penghargaan pribadi.

“Menyenangkan mendapatkannya, tapi saya lebih memilih mendapatkannya setelah kami jadi juara,” De Bruyne mengatakan kepada ESPN FC.

“Ketika saya meraihnya di Jerman, itu adalah kehormatan besar tapi saya tidak senang karena sebelum kami menang Piala DFB, kami finis kedua di Jerman saat itu.”

“Setelah itu jika Anda memenanginya, itu adalah pengakuan yang luar biasa, itu berarti penghargaannya akan ada selamanya dan bahwa Anda bekerja dengan baik.”

Lewat performa apiknya sejauh ini, De Bruyne kian meningkatkan reputasinya sebagai salah satu kreator gol terbaik di musim ini. Musim lalu, dia menjadi penyumbang assist terbanyak di Premier League dengan 18 assist.

“Saya cuma berkembang dari apa yang sudah saya lakukan tahun-tahun sebelumnya. Saya bermain konstan di level yang bagus tapi saya pikir tim sekarang bermain di level yang sangat tinggi,” De Bruyne melanjutkan.

“Bagi saya, ini tidak mudah, tapi lebih mudah untuk menuju ke mana mereka pergi. Bagi saya lebih mudah menemukan orang ketika mereka bermain dengan cara bermainnya. Saat ini terlihat sangat positif,” katanya.

Kevin De Bruyne tak terobsesi dengan penghargaan pribadi

Bacca tak menyesali kariernya bersama Rossoneri

Bacca tak menyesali kariernya bersama Rossoneri

Bacca bergabung dengan Milan pada Juli 2015 setelah membawa Sevilla menjuarai Liga Europa. Saat itu Bacca yang dibeli dengan banderol 30 juta euro mampu membuktikan harga mahalnya lewat performa apik di lini depan.

Carlos Bacca mengaku bermain di tim AC Milan terburuk sepanjang sejarah. Meski demikian, Bacca tak menyesali kariernya bersama Rossoneri.

Total ada 34 gol dibuat Bacca dari 76 penampilan di seluruh kompetisi. Performa terbaik Bacca tentu ada di musim pertamanya saat mencetak 20 gol.

Sayangnya, Bacca menurun di musim keduanya dan “cuma” bikin 14 gol. Satu trofi Supercoppa Italia dipersembahkan untuk Milan.

Meski termasuk salah satu pemain pujaan publik San Siro, Bacca merasa berseragam merah-hitam di saat yang kurang tepat. Saat-saat di mana Milan sedang krisis keuangan sehingga sulit membentuk tim yang tangguh untuk bersaing di papan atas.

“Karier saya beberapa tahun terakhir di Milan memuaskan dari sisi pribadi. Saya mencapai target,” ujar Bacca kepada W Radio seperti dikutip Soccerway.

“Seharusnya bisa lebih baik tapi Anda butuh bantuan dari para petinggi,” sambungnya.

Saya berada tim Milan terburuk sepanjang sejarah. Setelah 30 tahun, presiden Silvio Berlusconi ingin menjual klub. Kami punya ide yang berbeda dengan para pelatih dan juga pemilik baru, tapi saya meninggalkan Milan dengan bangga karena saya berkontribusi meloloskan mereka ke Eropa.”

“Saya senang Milan kembali ke Eropa. Itulah tujuan saya ketika meninggalkan Sevilla,” tutup Bacca.

Bacca jadi salah satu pemain yang kena efek cuci gudang Milan musim panas lalu. Saat ini pemain 30 tahun itu memperkuat Villarreal.

Bacca tak menyesali kariernya bersama Rossoneri

Bayern Munich kembali ke jalur kemenangan di fase grup Liga Champions

Bayern Munich kembali ke jalur kemenangan di fase grup Liga Champions

Bayern menghadapi Celtic usai dikalahkan Paris St. Germain 0-3 di matchday kedua. Tampil di Allianz Arena, Kamis (19/10/2017) dinihari WIB, Die Roten tampil dominan nyaris di sepanjang laga.

Bayern Munich kembali ke jalur kemenangan di fase grup Liga Champions. Menjamu Celtic, Bayern tampil meyankinkan untuk memenangi laga dengan skor akhir 3-0.

Thomas Mueller membuka keunggulan Bayern di menit 17, yang kemudian digandakan Joshua Kimmich untuk menandai babak pertama dengan skor 2-0 atas Celtic. Setelah turun minum, Mats Hummels melengkapi kemenangan Bayern dengan mencetak gol ketiga.

Berkat kemenangan ini, Die Roten duduk di peringkat kedua klasemen sementara grup tertinggal tiga poin dari PSG, yang berada di puncak. Celtic berada di posisi ketiga dengan raihan tiga poin di atas Anderlecht yang belum meraih angka.

Jalannya Pertandingan

Bayern lebih banyak menguasai bola dan langsung menekan pertahanan Celtic. Hasilnya di menit keenam, Bayern membobol gawang Celtic lewat Thiago Alcantara. Namun, gol dianulir karena bola dari Joshua Kimmich dianggap keluar lebih garis lapangan lebih dahulu sebelum dilepaskan.

Semenit kemudian, Bayern mengklaim penalti setelah Mikael Lustic menarik kaus Robert Lewandowski kala hendak menembak. Tapi tidak digubris wasit.

Usaha Bayern akhirnya membuahkan hasil di menit 17. Umpan silang Joshua Kimmich ditanduk Lewandowski, bola bisa ditepis Craig Gordon tapi Mueller mencecarnya untuk disarangkan di atas jala gawang Celtic. Bayern memimpin 1-0.

Hanya dua belas menit yang dibutuhkan Bayern untuk menciptakan gol keduanya. Kingsley Coman mengirim umpan silang dari sisi kiri lapangan, bola meluncur di jalur Kimmich. Tanpa kawalan, Kimmich menuntaskan dengan sundulan yang bersarang di sudut atas gawang Celtic. Bayern unggul 2-0.

Tekanan Bayern terus dilancarkan. Di menit 30, Lewandowski melepaskan sepakan kencang ke arah gawang Celtic, tapi Gordon membuat penyelamatan bagus untuk meredam.

Bayern tidak butuh waktu lama untuk menambah golnya selepas turun minum. Di menit 51, sepak pojok Arjen Robben disambut Mats Hummels dengan sundulan yang tak mampu ditahan Gordon guna mengubah skor menjadi 3-0.

Celtic akhirnya menciptakan peluang berbahaya. Kieran Tierney menyisir sisi kanan pertahanan Bayern, sebelum melepaskan operan yang bisa dicegat Sven Ulreich sebelum bola bisa menemui kawannya di depan gawang.

Di menit 70, Celtic nyaris mencetak gol balasan. Tierney melepaskan tembakan dari jarak jauh yang meluncur ke sudut atas gawang Bayern. Ulreich sempat menyentuh bola dengan ujung jarinya sehingga bola mengenai tiang gawang Bayern.

Tiga menit kemudian, Bayern nyaris melahirkan gol keempatnya. Pemain pengganti Arturo Vidal mengirim operan matang di sisi kanan, tapi penyelesaian Robben bisa diselamatkan Gordon.

Ulreich melakukan dua penyelamatan penting tidak lama kemudian. Dia menghalau bola sepakan Sinclair dengan kakinya, sebelum menghentikan tembakan Rogic dari pinggir kotak yang memanfaatkan bola rebound.

Memasuki lima menit terakhir, wasit menganulir gol Celtic hasil tembakan kencang Sinclair. Pasalnya Sinclair dianggap telah dalam posisi offside lebih dulu.

Di masa injury time, Gordon membuat penyelamatan apik untuk meredam tandukan Mueller dari jarak dekat.

Susunan Pemain

BAYERN MUNICH: Ulreich, Boateng, Hummels, Alaba, Rudy, Thiago Alcantara (Vidal 69′), Kimmich (Rafinha 82′), Mueller, Robben, Lewandowski, Coman (James Rodriguez 78′)

CELTIC: Gordon, Lustig, Gamboa, Boyata, Tierney, Brown, Sinclair, Armstrong, Ntcham, Roberts (Forest 78′), Griffiths

Bayern Munich kembali ke jalur kemenangan di fase grup Liga Champions

The Reds menang dengan skor meyakinkan 7-0

The Reds menang dengan skor meyakinkan 7-0

Dalam pertandingan di stadion Ljudski, Rabu (18/10/2017) dinihari WIB, Liverpool tampil amat dominan. Penguasaan bola mereka mencapai 69 persen.

Liverpool memetik kemenangan telak saat melawat ke markas Maribor di matchday 3 Liga Champions. The Reds menang dengan skor meyakinkan 7-0.

Tujuh gol Liverpool itu dicetak oleh, Roberto Firmino dan Mohamed Salah, yang masing-masing mencetak dua gol. Lalu ada juga Philippe Coutinho, Alex Oxlade-Chamberlain, dan Alexander-Arnold.

Dengan kemenangan ini, Liverpool kini mengumpulkan lima poin hasil dari tiga kali berlaga di Liga Champions. Sementara itu, Maribor ada di posisi paling bawah klasemen Grup E.

Jalannya Pertandingan

Liverpool sudah unggul empat gol di babak pertama laga melawan Maribor. Firmino membukukan gol pertama, Coutinho membukukan gol kedua, dan Salah mencetak sisanya.

Coutinho gagal memanfaatkan peluang lewat tendangan bebas di menit ke-54. Tendangannya masih bisa ditepis oleh kiper Maribor, Jasmin Handanovic.

Semenit kemudian, Liverpool mendapat peluang lewat bola mati lagi. Coutinho mengirim umpan sempurna untuk Firmino, yang diselesaikan dengan tandukan.

Alex Oxlade-Chamberlain bisa melakukan percobaan pada menit ke-76. Usahanya kali ini masih bisa diantisipasi oleh Handanovic

Usaha Chamberlain 10 menit kemudian baru membuahkan hasil. Usahanya meneruskan umpan Daniel Sturridge berbuah gol keenam Liverpool.

Pada masa injury time, Liverpool menambah gol lagi. kali ini giliran Alexander-Arnold yang membukukan namanya di papan skor. Dia meneruskan umpan Coutinho untuk mencetak gol ketujuh Liverpool. Tak lama kemudian laga selesai, Liverpool menang tujuh gol tanpa balas.

Susunan Pemain:

Maribor: Handanovic; Milec, Rajcevic, Suler, Viler; Kabha, Vrhovec; Kramaric (Hotic 58), Ahmedi (Pihler 58), Bohar (Mesanovic 81); Tavares

Liverpool: Karius; Alexander-Arnold, Matip, Lovren, Moreno; Can, Wijnaldum (Solanke 76), Milner; Salah (Oxlade-Chamberlain 57), Firmino (Sturridge 68), Coutinho

The Reds menang dengan skor meyakinkan 7-0

Napoli Maurizio Sarri tak segan memuji City setinggi langit

Napoli Maurizio Sarri tak segan memuji City setinggi langit

Napoli akan melawat ke Stadion Etihad untuk melakoni laga di matchday ketiga Grup F, Rabu (18/10/2017) dinihari WIB. Ini akan menjadi pertemuan pertama mereka sejak terakhir kali berjumpa pada 2011.

Napoli mendapat ujian berat saat menantang Manchester City, yang sedang bagus-bagusnya. Pelatih Napoli Maurizio Sarri tak segan memuji City setinggi langit.

Pertandingan tersebut turut menandai kedua tim yang sama-sama sedang menjalani laju cemerlang di sepanjang 2017/2018. Partenopei meraup 100 persen kemenangan di liga dan baru sekali kalah saat menyerah 1-2 di markas Shakhtar Donetsk pada matchday pertama.

Sedangkan City justru lebih baik lagi. Tim besutan Josep Guardiola itu sama sekali belum merasakan kekalahan di semua ajang, dengan hasil terburuknya adalah imbang 1-1 melawan Everton di Premier League. City juga mencetak sembilan kemenangan beruntun dan yang terakhir kala menghancurkan Stoke City 7-2, di akhir pekan lalu.

The Citizens sudah jelas akan menjadi lawan yang amat berat bagi Napoli. Sarri mengindikasikan City yang sekarang justru lebih kuat daripada juara bertahan Real Madrid.

“Mereka memenangi semua pertandingannya dengan setidaknya lima gol. Terakir kali mereka gagal mencetak gol pada Agustus, mereka juga tangguh di pertahanan. Laga besok akan sangat sulit,” Sarri mengatakan di konferensi pers, yang dilansir Football Italia.

“Mereka tampak tidak seimbang, tapi tidak begitu. Mereka selalu menekan bola dengan banyak pemain. Saya sudah melihat banyak hal penting dari City, meskipun tidak banyak. Mereka jelas adalah tim terbaik di Eropa.”

“Saya akan lebih senang kalau menghadapi tim lain dengan level yang lebih rendah! Perasaan terkait kekuatan yang saya dapatkan dari City tidak saya dapatkan saat melawan Real Madrid pada musim lalu (Napoli kalah masing-masing dengan skor 1-3),” Sarri menambahkan.

Napoli Maurizio Sarri tak segan memuji City setinggi langit

Diego Simeone menyebut Messi yang brilian

Diego Simeone menyebut Messi yang brilian

Atletico harus puas berbagi satu angka saat menghadapi Barcelona di Wanda Metropolitano, Minggu (15/10/2017) dinihari WIB. Unggul lebih dulu melalui Saul Niguez di menit ke-21, Los Colchoneros gagal mempertahankan skor usai dibobol Luis Suarez di menit ke-82.

Atletico Madrid gagal meraup angka penuh saat menjamu Barcelona. Diego Simeone menyebut pertandingan berjalan menarik dengan ‘bumbu’ Lionel Messi yang brilian.

Simeone menilai pertandingannya berjalan bagus. Dua tim dengan pendekatan berbeda sama-sama punya peluang-peluang bagus untuk memenangi pertandingan. Atletico mencatatkan empat tembakan tepat target, sementara Barcelona punya tujuh.

Meski Suarez jadi sosok yang menggagalkan kemenangan timnya, perhatian Simeone justru tertuju pada Messi. Dia menilai kompatriotnya itu menunjukkan penampilan luar biasa.

Messi tercatat melepaskan enam percobaan di laga ini, dua di antaranya mengarah ke gawang dan dua lainnya membentur/menyentuh tiang gawang. Pemain 30 tahun itu juga melakukan lima dribel sukses dari delapan upaya. Simeone menyebut Messi selalu terlihat berbahaya saat memegang bola.

“Stadionnya menakjubkan, kami menjalani malam sepakbola brilian lainnya, dan dengan Messi yang impresif, itu luar biasa. Messi adalah satu-satunya yang Anda bisa lihat bahwa, setiap kali dia menyentuh bola, sesuatu yang berbeda bisa terjadi,” kata Simeone dikutip Soccerway.

“Dia jelas tak secapai yang banyak orang perkirakan setelah perjalanan laga-laga internasional karena dia menampilkan permainan yang dahsyat.”

“Ini adalah pertandingan yang bagus antara dua tim dengan karakter berbeda. Babak pertama kami sangatlah bagus, kiper mereka menjadi kunci. Sejak menit ke-60, Barca menyerang dengan lebih jelas karena kebutuhan mereka untuk mencetak gol,” tambahnya.

Diego Simeone menyebut Messi yang brilian

Borussia Dortmund menelan kekalahan pertama di Bundesliga

Borussia Dortmund menelan kekalahan pertama di Bundesliga

Bertanding di Signal Iduna Park, Sabtu (14/10/2017), Dortmund sempat membuka asa di menit keempat. Pierre-Emerick Aubameyang membawa Dortmund memimpin 1-0 usai memanfaatkan kesalahan lini belakang Leipzig.

Borussia Dortmund menelan kekalahan pertama di Bundesliga musim ini. Itu setelah mereka ditekuk RB Leipzig 2-3, di laga yang diwarnai dua kartu merah.

Namun keunggulan itu cuma bertahan enam menit. Leipzig menyamakan kedudukan di menit ke-10 lewat aksi Marcel Sabitzer, yang memanfaatkan umpan Marcel Halstenberg untuk menaklukkan Roman Buerki. Skor berubah menjadi 1-1.

Leipzig kemudian berbalik unggul pada menit ke-25. Bruma yang melakukan penetrasi ke kotak penalti, dengan cerdik mengirim umpan melewati celah kaki Buerki untuk disosor Yussuf Poulsen menjadi gol di mulut gawang. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, laga berjalan cukup panas. Dortmund harus bermain dengan sepuluh orang pada menit ke-47, usai Sokratis Papastathopoulos di kartu merah karena melanggar Jean-Kevin Augustin di kotak penalti.

Augustin sendiri mengambil penaltinya dan sukses menaklukkan Buerki. Leipzig jadi memimpin 3-1 atas Dortmund.

Pada menit ke-56, giliran Leipzig yang mesti kehilangan pemain. Stefan Ilsanker mendapatkan kartu kuning kedua. Jumlah pemain yang sama membuat Dortmund pada prosesnya bisa keluar dari tekanan.

Pada menit ke-62, Dortmund mendapat hadiah penalti, menyusul pelanggaran Dayot Upamecano pada Aubameyang. Striker asal Gabon itu tak membuang kesempatan emas untuk memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 2-3.

Di sisa waktu pertandingan, Leipzig dan Dortmund terus mencari gol. Namun hingga laga berakhir, skor 3-2 tidak berubah.

Bagi Dortmund, hasil ini menjadi kekalahan pertamanya musim ini dari delapan pertandingan. Mereka masih memuncaki klasemen dengan poin 19 hasil dari enam kemenangan dan sekali imbang, unggul dua poin dari Bayern Munich yang sebelumnya menang besar atas Freiburg. Sementara Leipzig menguntit di posisi tiga dengan poin 16.

Susunan Pemain

Borussia Dortmund: Roman Buerki, Jeremy Toljan (Christian Pulisic 46′), Sokratis Papastathopoulos, Omer Toprak, Dan-Axel Zagadou, Gonzalo Castro, Nuri Sahin (Julian Weigl 46′), Mario Goetze, Andriy Yarmolenko, Max Philipp (Marc Bartra 51′), Pierre-Emerick Aubameyang

RB Leipzig: Peter Gulacsi, Marcel Halstenberg, Dayot Upamecano, Stefan Ilsanker, Bernardo, Bruma, Naby Keita (Diego Demme 46′), Kevin Kampl, Marcel Sabitzer (Will Orban 86′), Jean-Kevin Augustin (Konrad Laimer 65′), Yussuf Poulsen

Borussia Dortmund menelan kekalahan pertama di Bundesliga

Lewandowski masih penasaran dengan Liga Champions

Lewandowski masih penasaran dengan Liga Champions

Sepanjang kariernya, pemain internasional Polandia itu sudah meraih banyak gelar bersama Bayern maupun Borussia Dortmund. Rinciannya, lima gelar Bundesliga dan dua Piala DFB

Bintang sepakbola Bayern Munich Robert Lewandowski masih penasaran dengan Liga Champions. Gelar juara Liga Champions jadi target utama Lewandowski.

Namun, Lewandowski masih belum memiliki medali juara di level Eropa. Pencapaian terbaiknya hanyalah melaju ke final Liga Champions, dan kalah di tangan Bayern pada 2014.

Lewandowski kemudian bergabung Bayern dua musim kemudian demi Liga Champions. Sayangnya, di tiga musim pertama Lewandowski, Die Roten mentok di semifinal bahkan pada 2016/2017 terdepak di perempatfinal di tangan juara bertahan Real Madrid.

“Ya (target menjuarai Liga Champions), setelah memenangi banyak Bundesliga dan Piala DFB, Anda harus mulai memikirkan tentang trofi lain,” ungkap pesepakbola berusia 29 tahun itu kepada ESPNFC.

“Musim lalu, kami kecewa karena kami tahu kami bermain bagus tapi terkadang di dalam sepakbola, beberapa menit yang buruk berarti Anda tersingkir dari Liga Champions.”

Misi Lewandowski dan Bayern dimulai lagi di musim ini. Namun, Bayern baru saja menderita kekalahan 0-3 di markas Paris St. Germain di fase grup. Hasil itu memicu pemecatan Carlo Ancelotti dari kursi pelatih yang digantikan Jupp Heynckes, pelatih yang pernah mengantar treble empat tahun lalu.

“Sekarang ada sebuah musim yang baru dan tantangan baru dengan pelatih baru. Terkadang tidak mudah ketika Anda di dalam klub yang berganti pelatih di tengah musim, tapi kami harus memulai lagi sekarang,” Lewandowski melanjutkan.

“Kami kini tertinggal lima poin di belakang Dortmund (di Bundesliga), tapi masih ada banyak pertandingan sampai akhir musim. Tapi di Liga Champions, setelah kekalahan kami di PSG, kami punya pekerjaan untuk diselesaikan untuk lolos. Kami harus main sampai akhir. Siapa tahu? Mungkin kami akan memenangi Liga Champions dan Bundesliga.”

Akhir pekan ini, Bayern akan kembali berlaga di Bundesliga dengan menjamu Freiburg sebelum kedatangan Celtic dalam lanjutan fase grup Liga Champions, tengah pekan depan.

Lewandowski masih penasaran dengan Liga Champions